banner 728x250

Wujudkan Kemanan dan Kenyamanan, Babinsa Di Harapkan Bisa Menjadi Mediator Masyarakat

banner 468x60

Mataram, LombokPrime – Dalam upaya memberikan akses masyarakat dalam penyelesaian sengketa melalui mediasi. Kepala Bale Mediasi Kota Mataram laksanakan sosialisasi Peraturan Walikota (Perwali) Mataram No. 40 Tahun 2019 di Aula Lesehan Sambal, Jln. Ahmad Yani, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Selasa (30/8/2022).

Ketua Bale Mediasi Kota Mataram, Makmun, S.H., M.H., dalam sambutannya mengatakan, “hari ini kembali kita sosialisasikan terkait Perwali Mataram No. 40 Tahun 2019 tentang Bale Mediasi, kepada perangat daerah se Kota Mataram” jelasnya.

banner 325x300

Ia juga membacakan, “Pembentukan bale mediasi di maksudkan untuk membantu pemerintah dan pemerintah daerah dalam memfasilitasi sengketa di masyarakat melalui mediasi demi terciptanya suasana yang rukun, tertib dan harmonis di daerah. Sesuai dengan bunyi dalam Pasal 4 Perwali tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan pengakuan pemerintah sebagai wujud perlindungan, penghormatan dan pemberdayaan terhadap kebradaan lembaga adat dalam menjalankan fungsi mediasi,” ucapnya.

“bale mediasi bisa mencegah dan meredam konflik-konflik atau sengketa di masyarakat secara lebih dini, dengan terselenggaranya penyelesaian sengketa di masyarakat melalui mediasi demi terciptanya suasana yang rukun, tertib, dan harmonis,” tambahnya.

Peran Bale mediasi sendiri nantinya akan menjadi acuan atau lokasi pertama untuk membicarakan dan menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat sebelum menuju kejalur hukum atau pengadilan.

Bale mediasi kemudian juga akan mengeluarkan surat keputusan perdamaian yang nantinya di tandatangani oleh kedua belah pihak dan mediator.

Sementara itu, di tempat yang sama Komandan Komando Resort Militer (Danramil) 1606-01 Cakranegara Kapten Inf Jamuhur yang mewakili Komandan Kodim (Dandim) 1606 Mataram dalam sambutannya mengatakan, “Bale mediasi nantinya kita harapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang bersengketa untuk dapat menyelesaikan perosalannya secara musyawarah, dan mufakat bersama,” jelasnya.

“Sehingga nantinya masyarakat yang bersengketa akan mendapatkan pendampingan dari petugas Bale Mediasi, jika persoalan tidak bisa di selesaikan secara musyawarah baru akan di limpahkan ke pihak berwajib.” Tegasnya.

“Tapi kami berharap peran dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas sebagai mediator di tengah-tengah masyarakat yang ada di wilayah masing-masing untuk dapat mengarahkan persoalan-persoalan di masyarakat ke Bale Mediasi untuk dapat meredam permasalahan yang ada, sehingga terwujudnya keamanan dan kenyaman bersama” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Walikota Mataram yang di Wakili Asisten 1, Kapolres Kota Mataram Yang Di wakili, Staf Kejaksaan Negeri Mataram, serta peserta yang berasal dari perwakilan perngakat daerah se Kota Mataram.

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.