Solusi Mengatasi Masalah Sampah, Babinsa Saribaye Belajar Teknik Pembudidayaan Magot

Lombok Barat, NTB – Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. Seperti yang sudah di sebutkan bahwa maggot merupakan larva dari jenis lalat yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa.

Banyak warga yang menjadi pembudidaya Magot, untuk itu Bintara Pembina Desa (Babinsa) Saribaye Komando Resor Militer (Koramil) 1606-08/Narmada melakansanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan mengunjungi salah seorang warga binaannya yang melaksanakan budidaya di Dusun Sandongan Timur, Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Kamis (22/12/2022).

Komsos dengan petrnak/pembudidaya Magot di lakukan Babinsa Saribaye Serda Ulman guna mengetahui jumlah produksi dan cara pembudidayaannya, yang merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah sampah.

“kami mendengar dari beberapa warga, ada seorang pembudidaya Magot di wilayah binaan, untuk itu kami berkunjung dan membantu pembuatan pakan untuk Magot serta belajar cara membudidayakannya,” tutur Serda Ulman.

“adapun manfaat dari ulat Magot selain untuk mendaur ulang sampah menjadi pupuk tanaman dan pakan ikan, Magot juga memiliki nilai ekonomis yang lumayan untuk membantu perekonomian warga. Dengan harga jual pupuk Rp1.500/kg dan ulat magot Rp7.000/Kg dalam sehari pembudidaya bisa menjual hingga 10-15 Kg/hari,” terangnya.

Salikin pembudidaya Magot mengungkapkan, “siapa sangka budidaya maggot ternyata dapat membantu mengatasi permasalahan seputar sampah di wilayah kami. Maggot hidup dengan cara memakan limbah organik. Kemampuan maggot dalam menguraikan terbilang cepat, di karenakan maggot termasuk serangga yang cukup rakus dalam memakan makanannya sehingga cepat dalam menguraikan sampah organik,” jelasnya.

“Setelah menetas, maggot membutuhkan sampah organik sebagai makanan untuk bertahan hidup. Maggot bukanlah serangga jenis hama sehingga pengembangbiakannya untuk menguraikan limbah termasuk aktivitas yang ramah lingkungan.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *