Berita  

BPBD Lombok Barat Gelar FGD Perkuat Koordinasi Mitigasi Hadapi Musim Penghujan.

Sejak awal Oktober, BPBD telah mencatat lima kejadian bencana ringan, termasuk angin puting beliung, yaitu di Desa Bayurip dan Sedayu, Kecamatan Kuripan, serta peristiwa pohon tumbang di jalur Bypass Lombok Barat.

“Hingga saat ini intensitas bencana masih tergolong ringan dan bisa kami tangani. Namun kami dari BPBD tetap siaga karena cuaca ekstrem bisa saja terjadi secara tiba-tiba dan berubah cepat,” imbuhnya.

Meskipun kesiapsiagaan telah dilakukan, namun Toni mengakui keterbatasan sarana dan prasarana operasional yang masih menjadi kendala dan tantangan bagi BPBD Lombok Barat. Beberapa peralatan penanganan darurat memerlukan pembaruan agar dapat digunakan secara maksimal saat terjadi bencana yang lebih besar.

“Kami sedang evaluasi kebutuhan operasional. Meski begitu, untuk dana tanggap darurat (BTT) masih cukup dan kami juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB untuk kolaborasi penanganan,” ungkapnya.

BPBD Lombok Barat kini terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan perbukitan.
Untuk itu, masyarakat diminta segera melapor ke posko BPBD atau aparat desa setempat, bila menemukan tanda-tanda bencana seperti tanah retak, pohon miring, atau debit air sungai meningkat tajam.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *