Mataram (lombokprime.com) : – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram resmi meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan “Banpang” untuk alokasi Februari–Maret 2026. Program ini digelar sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Nyepi serta Idul Fitri.
Peluncuran bantuan pangan tersebut berlangsung di Kota Mataram dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten I Pemerintah Kota Mataram Lalu Martawang serta jajaran Perum Bulog NTB. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
“Dalam rangka persiapan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Mataram bersama Bulog hari ini melaunching pelepasan bantuan pangan bagi warga masyarakat kita,” ujar Martawang dalam sambutannya.
Ia berharap, program tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan semangat kebersamaan dalam menyambut hari raya.
“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi beban warga masyarakat kita yang membutuhkan dan menstimulasi kita semua untuk bisa berbahagia bersama dalam menyambut Idul Fitri,” katanya.
Menurut Martawang, penyaluran bantuan pangan ini akan menjangkau seluruh wilayah administratif Kota Mataram. Program tersebut mencakup enam kecamatan, 50 kelurahan, dan 325 lingkungan yang ada di kota Mataram.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya menjelaskan, bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah NTB.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama meluncurkan bantuan pangan alokasi Februari dan Maret di wilayah Kota Mataram, dan selanjutnya akan kita lanjutkan penyalurannya di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB,” kata Rizal.
Ia menyebutkan, program tersebut menyasar ratusan ribu keluarga penerima manfaat yang telah terdata oleh pemerintah, yang secara keseluruhan, terdapat sekitar 851 ribu penerima bantuan pangan di seluruh wilayah NTB.
Untuk mendukung program tersebut, Bulog menyiapkan pasokan beras sekitar 17 ribu ton serta minyak goreng sekitar 3,4 juta liter yang akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat penerima.
“Penyaluran ini kita percepat karena saat ini mendekati hari besar keagamaan nasional, khususnya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng,” ujarnya.
Rizal menambahkan, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan berupa dua karung beras serta dua liter minyak goreng, dan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dasar selama periode menjelang hari raya.
Selain untuk membantu masyarakat kurang mampu, program bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar, yang biasanya menjelang hari besar keagamaan nasional, permintaan pangan meningkat sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.
Melalui percepatan penyaluran bantuan pangan, pemerintah berharap distribusi bahan pokok di masyarakat tetap terjaga sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.






