Kerukunan umat beragama adalah fondasi yang sangat penting, sehingga masyarakat harus menjaga ibadah masing-masing, dan tidak cepat terpropokasi dengan narasi-narasi yang bisa memecah belah antar agama dan antar masyarakat, mari kita jadikan NTB makmur mendunia dalam segala lini termasuk dalam kehidupan beragama, “pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PW.NU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir.,M.Ag menyampaikan, dalam rangka menjaga stabilitas “Siskamtibmas” jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang momennya berdekatan dengan hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, koordinasi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, pentingnya toleransi dalam merayakan hari Raya keagamaan.

Menurutnya, jika kedua kegiatan keagamaan tersebut waktunya bersamaan, pihaknya memastikan perayaan keagamaan ini tetap dapat berlangsung dengan baik, penuh toleransi dan saling menghormati, serta terjaga harmoni kehidupan beragama.
Penekanan Kementerian Agama bersama PW.NU NTB, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai serta tidak terpengaruh oleh framing yang dapat memecah keharmonisan umat, serta tetap melakukan monitoring bersama FKUB, steakholder dan Forkopimda Provinsi NTB, sebagai bentuk upaya menjaga kondusifitas daerah dalam perayaan hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. ( Red )






