Karena itu, SMSI mendorong wartawan di daerah untuk tetap menyalurkan idealisme jurnalistik dengan mendirikan dan mengelola media sendiri.
Menurut Firdaus, perjalanan SMSI selama sembilan tahun tidaklah mudah. Organisasi yang kini menaungi ribuan perusahaan media siber tersebut menghadapi berbagai tantangan baik dari sisi internal maupun eksternal.
Sebagian besar anggota SMSI merupakan perusahaan pers startup dengan sumber daya manusia serta kapasitas finansial yang terbatas sehingga sulit bersaing di level global.
“Rapimnas ini menjadi forum strategis untuk mengambil keputusan dan menyatakan sikap terkait ART serta masa depan perusahaan pers startup di bawah naungan SMSI,” pungkas Firdaus. ( Red ).






