Jangan Katakan Ini Saat Anak Marah! Bisa Bikin Trauma

Jangan Katakan Ini Saat Anak Marah! Bisa Bikin Trauma
Jangan Katakan Ini Saat Anak Marah! Bisa Bikin Trauma (www.freepik.com)

Kata-Kata yang Sebaiknya Dihindari: Memutus Lingkaran Negatif

Sebaliknya, ada beberapa kata-kata yang tidak boleh dikatakan kepada anak saat mereka marah karena berpotensi memperburuk situasi, merusak harga diri mereka, atau menghambat perkembangan emosi yang sehat:

Meremehkan Perasaan: “Jangan Cengeng!” atau “Itu Bukan Masalah Besar”

Meremehkan perasaan anak, sekecil apapun masalahnya menurut Anda, dapat membuat mereka merasa tidak didengarkan, tidak dipahami, dan bahkan malu dengan emosi mereka. Kalimat seperti “Jangan cengeng!” atau “Itu bukan masalah besar” mengirimkan pesan bahwa perasaan mereka tidak valid dan tidak penting.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang perasaannya sering diremehkan cenderung kesulitan untuk mengenali dan mengelola emosi mereka di kemudian hari. Mereka juga mungkin menjadi kurang terbuka untuk berbagi perasaan dengan Anda di masa depan.

Menyuruh Berhenti Merasa: “Berhenti Marah!” atau “Jangan Begitu!”

Menyuruh anak untuk berhenti merasakan emosi tertentu sama seperti menyuruh mereka untuk berhenti bernapas. Emosi adalah bagian alami dari manusia, dan anak-anak perlu belajar bagaimana menghadapinya, bukan menekannya. Kalimat seperti “Berhenti marah!” atau “Jangan begitu!” tidak membantu mereka mengatasi kemarahan mereka, tetapi justru membuat mereka merasa bersalah atau malu dengan apa yang mereka rasakan.

Membandingkan dengan Orang Lain: “Lihat Temanmu, Dia Tidak Pernah Marah”

Membandingkan anak Anda dengan orang lain, terutama dalam hal emosi, dapat merusak harga diri mereka dan membuat mereka merasa tidak cukup baik. Setiap anak memiliki temperamen dan cara mengekspresikan emosi yang berbeda. Membandingkan mereka dengan orang lain tidak akan memotivasi mereka untuk berubah, tetapi justru dapat menimbulkan rasa iri dan rendah diri.

Mengancam: “Kalau Kamu Tidak Berhenti Marah, Mama Tinggal!”

Mengancam anak saat mereka sedang marah dapat membuat mereka merasa takut dan tidak aman. Meskipun mungkin efektif dalam jangka pendek untuk menghentikan perilaku mereka, ancaman tidak mengajarkan mereka cara yang sehat untuk mengelola emosi mereka. Selain itu, jika Anda tidak menepati ancaman Anda, anak akan belajar bahwa kata-kata Anda tidak dapat dipercaya.

Menghakimi atau Menyalahkan: “Salah Sendiri!” atau “Kamu Memang Nakal”

Menghakimi atau menyalahkan anak saat mereka sedang marah dapat membuat mereka merasa malu dan defensif. Kalimat seperti “Salah sendiri!” atau “Kamu memang nakal” tidak membantu mereka memahami mengapa mereka marah atau bagaimana cara mengatasi emosi tersebut. Sebaliknya, ini dapat merusak hubungan Anda dan membuat mereka enggan untuk berbagi perasaan dengan Anda di masa depan.

Mengabaikan: Berpura-pura Tidak Melihat atau Mendengar

Mengabaikan anak yang sedang marah dapat membuat mereka merasa tidak penting dan tidak didengarkan. Ini bisa sangat menyakitkan bagi mereka dan bahkan dapat memperburuk kemarahan mereka karena mereka merasa tidak ada yang peduli.

Memberi Label Negatif: “Kamu Anak Pemarah!”

Memberi label negatif pada anak dapat membentuk citra diri mereka dan membuat mereka percaya bahwa mereka memang seperti itu. Kalimat seperti “Kamu anak pemarah!” dapat membuat anak merasa putus asa untuk berubah dan bahkan mungkin mendorong mereka untuk bertindak sesuai dengan label tersebut.

Mengungkit Kesalahan Lama: “Dulu Juga Kamu Begitu!”

Mengungkit kesalahan lama saat anak sedang marah tidak relevan dengan situasi saat ini dan hanya akan membuat mereka merasa semakin buruk. Fokuslah pada masalah yang sedang dihadapi dan hindari membawa-bawa masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *