Boss Butuhnya di DM, Marahnya di Grup! Gimana Nggak Kesel?

Boss Butuhnya di DM, Marahnya di Grup! Gimana Nggak Kesel?
Boss Butuhnya di DM, Marahnya di Grup! Gimana Nggak Kesel? (www.freepik.com)
Latihan Mengatakan “Tidak” atau Menegosiasikan

Belajarlah untuk mengatakan “tidak” dengan sopan dan profesional. Misalnya, jika atasan memintamu melakukan sesuatu di luar jam kerja yang tidak mendesak, kamu bisa mengatakan, “Saya akan senang untuk membantu dengan ini, Pak/Bu. Bisakah saya selesaikan ini besok pagi?” Atau, “Saya sedang dalam perjalanan pulang, jadi saya tidak bisa mengakses file itu sekarang. Bisakah saya melakukannya di pagi hari?”

Berikan Solusi, Bukan Sekadar Masalah

Ketika kamu mengemukakan suatu masalah (misalnya, terkait komunikasi atasan), selalu siapkan solusi atau usulan perbaikan. Ini akan membuatmu terlihat proaktif dan bertanggung jawab. Misalnya, “Untuk meminimalkan miskomunikasi dan memastikan semua tugas terdokumentasi, bagaimana jika kita menggunakan platform X untuk semua komunikasi terkait proyek?”

5. Cari Dukungan dan Pertimbangkan Opsi Lain

Jika semua strategi di atas tidak membuahkan hasil, atau jika perilaku atasan sudah sangat merugikan, ada baiknya mencari dukungan.

Konsultasi dengan HR atau Mentor

Jika perusahaanmu memiliki departemen HR, mereka bisa menjadi sumber daya yang berharga. Sampaikan kekhawatiranmu secara profesional. Jika tidak ada HR, cari mentor atau senior yang kamu percaya di perusahaan yang bisa memberikan nasihat atau mediasi.

Pertimbangkan Kesejahteraan Mentalmu

Ingatlah bahwa kesehatan mentalmu adalah prioritas utama. Jika lingkungan kerja sudah sangat toksik dan menyebabkan stres berkepanjangan, mungkin saatnya mempertimbangkan untuk mencari peluang di tempat lain. Hidup terlalu singkat untuk terus-menerus merasa tertekan di tempat kerja.

Membangun Hubungan Kerja yang Lebih Baik

Mengatasi masalah dengan boss menyebalkan memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan menetapkan batasan yang jelas, menjaga komunikasi profesional, dan mengkomunikasikan kebutuhanmu secara asertif, kamu bisa melangkah menuju lingkungan kerja yang lebih sehat. Ingat, kamu punya kendali atas bagaimana kamu bereaksi dan bagaimana kamu melindungi kesejahteraan dirimu.

Setiap tantangan dalam karier adalah kesempatan untuk bertumbuh. Dengan menghadapi situasi ini, kamu tidak hanya melindungi dirimu sendiri, tetapi juga mungkin secara tidak langsung membantu atasanmu menjadi pemimpin yang lebih baik. Fokus pada solusi, tetap profesional, dan jangan biarkan perilaku negatif orang lain meruntuhkan semangatmu. Kamu kuat, dan kamu pantas mendapatkan lingkungan kerja yang suportif dan menghargai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *