Konsumsi Listrik Naik 22,93 Persen Dari Sektor Agrikultura

Lombokprime.com – Program Electrifying Agriculture (EA) yang diimplementasikan oleh PLN di bidang agrikultura terus mengalami perkembangan yang signifikan. Tercatat, sepanjang tahun 2022, jumlah pelanggan program EA yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di provinsi Nusa Tenggara Barat ini mencapai 520 pelanggan. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 13 persen atau bertambah sebanyak 60 pelanggan dari tahun sebelumnya dengan 460 pelanggan.

General Manager PLN NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa program EA didesain untuk mendorong pemanfaatan teknologi guna meningkatkan produktivitas pelanggan yang termasuk di dalam program EA melalui pemanfaatan energi listrik. Beberapa sektor agrikultura yang masuk dalam kategori ini adalah sektor perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan.

“PLN mendukung penuh upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri. Dengan memanfaatkan energi listrik, diharapkan produksi sektor agrikultura, bisa lebih maksimal. Selain itu, program EA juga akan mempermudah pengembangan infrastruktur pendukung lainnya,” kata Djarwo.

Dari sisi penjualan, konsumsi listrik untuk program EA juga mengalami pertumbuhan selama tahun 2022, yakni sebesar 145,8 Megawatt hour (MWh) atau mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 22,93 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar 118,6 MWh.

Untuk total daya tersambung untuk pelanggan EA adalah sebesar 84,7 Mega Volt Ampere (MVA). Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 19,02 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 71,2 MVA (Year on Year/YoY).

Sementara itu, dari realisasi pendapatan rupiah dari pelanggan EA, PLN berhasil mendapatkan kenaikan hingga 18,78 persen, dari Rp 142,4 juta di tahun 2021 menjadi Rp 169,1 juta di penghujung tahun 2022.

Ke depan, angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah. Terlebih, program ini diharapkan menjadi primadona layanan yang diandalkan oleh PLN karena desain dari program EA ini sangat ekonomis dan praktis karena pelanggan tidak perlu lagi menarik kabel sendiri dari rumah. Jaringan listrik PLN akan langsung disalurkan ke lokasi usaha agrikultura milik pelanggan.

“Ini merupakan upaya kami membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya melalui EA yang diharapkan tidak hanya untuk meningkatkan permintaan listrik, tapi secara strategis juga untuk mendukung kemandirian. PLN akan selalu hadir dan membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas khususnya di sektor agrikultura”, pungkas Djarwo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *