BeritaBerita NTBBisnisDaerahEkbisEkonomiGaya HidupNews

IWAPI  Dorong Gerakan Manfaatkan Perkarangan Rumah Untuk Bercocok Tanam

×

IWAPI  Dorong Gerakan Manfaatkan Perkarangan Rumah Untuk Bercocok Tanam

Sebarkan artikel ini

Lombokprime.com-Mataram- Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi keluhan dalam beberapa waktu terakhir. Terutama dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Nyaris tidak ada kebutuhan pokok yang harganya tidak naik, sebaliknya, pendapatan dan daya beli masyarakat tidak juga ikut mengalami kenaikan.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi, SH juga tak menampikkan hal ini. Beberapa kenaikan harga kebutuha.diantaranya, tomat yang biasa dibeli seharga Rp12.000/Kg, naik menjadi Rp17.000/Kg. cabai yang biasanya bisa dibeli dengan harga Rp5.000, sekarang tidak lagi dilayani pedagang. Begitu juga bang merah, harganya saat ini di pasar tradisional sudah Rp30.000 perkilo. Selain beras, yang dari beberapa waktu lalu mengalami kenaikan harga.

Untuk menangani kenaikan harga ini, Ratu Ganefi menyatakan sangat mendukung kegiatan operasi pasar (pasar murah) yang dilakukan oleh pemerintah melalui OPD-OPD terkait. Misalnya, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Bank Indonesia, dan pasar murah yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan besarama stakeholder.

Operasi pasar ini menurutnya harus intens dilakukan. Jangan setengah-setengah agar harga kebutuhan di masyarakat dapat dipengaruhi.

“Operasi pasar itu dampaknya ada di masyarakat kalau terus menerus dilakukan. Kita berharap terus dilakukan,” ujar Calon Anggota DPRRI dari Partai Perindo Dapil Pulau Lombok ini.

Selain itu, IWAPI juga mendorong dilakukan gerakan tanaman pangan di lingkungan rumah tangga. Dapat memanfaatkan media tanam yang bisa dimanfaatkan, selai polybag. Ditengah elnino berkepanjangan, ketersediaan sayur mayur dan komoditas pertanian pada umumnya mengalami penurunan di pasaran. Atau mengalami kenaikan harga karena ketersediaannya yang berkurang.

IWAPI dulunya sering dilibatkan untuk mendorong gerakan tanam di rumah tangga, melalui kerjasama pebagian bibit.

“Dulu ada kerjasama dengan IWAPI, kita yang bagikan bibit cabai kepada ibu-ibu rumah tangga dan anggota IWAPI,” ujarnya.

Gerakan tanam di rumah tangga dengan memanfaatkan pekarangan rumah ini menurutnya memberi efek terhadap ketergantungan kebutuhan ibu rumah tangga di pasaran. Artinya, sekedar sayur mayur dan komoditas hortikultura yang bisa ditanam di rumah tangga dapat mengurangi belanja sehingga psikologis pasar bisa dipengaruhi (tekanan harga barang di pasar bisa dikurangi).

Sampai sekarang IWAPI masih melakukannya, meskipun tidak seluruhnya pengurus dan anggota. Untuk itu, menurut mantan anggota DPD RI ini, masyarakat harus dorong lebih massif dan konsisten. Caranya dengan memberikan stimulus bantuan bibit cabai, tomat, atau yang lainnya.

Selain itu, masyarakat perlu diedukasi untuk memanfaatkan teknologi menanam sederhana di rumah tangga untuk memotivasi gerakan tanam di pekarangan ini. Selain menanam komoditas hortikultura di rumah tangga, IWAPI juga sampai sekarang rutin mendistribusikan bibit pisang unggul ke kelompok-kelompok masyarakat.

“Pisang dengan buah besar ini juga bisa menjadi alternatif ketahanan pangan masyarakat. makanya kita terus bagikan bibitnya, kita ambil dari indukannya. Ndak banyak memang, puluhan sekali kirim, tetapi rutin kita lakukan,” imbuhnya.

Harapannya, dengan alternatif melibatkan masyarakat langsung dengan gerakan tanam di pekarangan, setidaknya masyarakat tidak sepenuhnya menggantungkan kebutuhannya hanya di pasaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *