lombokprime.com – Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat bersiap Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat daerah itu tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan, tetapi juga momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan NWDI Kota Mataram pada periode mendatang.
Di tengah persiapan yang disebut telah berjalan baik, perhatian banyak pihak kini tertuju pada sosok yang akan memimpin organisasi tersebut. Sejumlah kader muda mulai disebut memiliki kapasitas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan NWDI di Kota Mataram.
Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) NWDI Kota Mataram periode 2021-2026, H. Irzani, menilai organisasi saat ini memiliki banyak kader muda yang siap memimpin. Menurut dia, regenerasi menjadi langkah penting agar organisasi mampu bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan zaman.
“Saya kira sudah saatnya kita memberikan kesempatan kepada kader-kader muda untuk memimpin organisasi ini. Yang tua cukup menjadi penasehat dan fasilitator. Sekarang banyak kader muda yang siap memimpin mulai dari tingkat anak cabang, cabang, daerah, wilayah hingga pengurus besar,” katanya.
Regenerasi Dinilai Jadi Kebutuhan Organisasi
Irzani mengatakan kader potensial NWDI tidak hanya lahir dari struktur organisasi induk. Banyak kader yang tumbuh dan ditempa melalui badan otonom NWDI seperti Himmah, Pemuda NWDI, dan Ikatan Pelajar NWDI.
Ia menyebut sejumlah nama kader muda yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan. Di antaranya Sabilirrasyad yang pernah memimpin Himmah Kota Mataram dan kini berkiprah sebagai pengusaha muda. Ada pula Muhajidin yang pernah menjadi Komandan Satgas Hamzanwadi Kota Mataram dan kini menjabat di lingkungan pendidikan.
Selain itu, terdapat Ramli Ahmad yang memimpin Majelis Dakwah NWDI Kota Mataram, Zainul Fikri yang aktif sebagai Ketua Cabang NWDI Sekarbela sekaligus pengelola yayasan pendidikan, serta Ingin Tayyib yang memimpin Cabang NWDI Sandubaya.
Menurut Irzani, rata-rata usia kader tersebut masih di bawah 40 tahun. Kondisi itu menjadi modal penting untuk menghadirkan energi baru dalam menjalankan roda organisasi.
“Saya melihat Kota Mataram tidak kekurangan kader. Tinggal bagaimana kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk memimpin dan meningkatkan pengabdiannya kepada organisasi,” ujarnya.
Pondasi Organisasi Dinilai Sudah Kuat
Irzani menegaskan kepengurusan saat ini telah meletakkan pondasi organisasi yang kuat. Salah satu indikatornya terlihat dari perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan NWDI Kota Mataram.
Dalam kurun sekitar satu dekade terakhir, jumlah lembaga pendidikan NWDI meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya sekitar enam hingga sebelas lembaga, kini berkembang menjadi 29 lembaga yang terdiri atas RA/TK, SMP/MTs, hingga SMA/MA.
Selain itu, majelis taklim dan jamaah Hizib juga terus berkembang. NWDI Kota Mataram bahkan memiliki pondok pesantren baru, yakni Pondok Pesantren Darul Anjum NWDI Dasan Cermen yang dipimpin Ustaz Ridwan.
Irzani juga menilai hubungan organisasi dengan berbagai elemen daerah berjalan baik. Komunikasi dengan Pemerintah Kota Mataram, TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan disebut terjalin erat dan perlu terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
Irzani Pastikan Tidak Maju Lagi
Menjelang Musda 2026, Irzani memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua PD NWDI Kota Mataram. Ia menilai sudah waktunya generasi muda mengambil peran yang lebih besar.
“Saya tegaskan tidak maju lagi menjadi calon karena sudah cukup lama menjadi pengurus inti organisasi. Sejak lulus kuliah tahun 1998, saya sudah mengabdi lebih dari 28 tahun dalam berbagai posisi kepengurusan. Sekarang kita gantian, beri kesempatan kepada yang muda-muda,” katanya.
Ia berharap NWDI tetap menjadi organisasi yang terbuka, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman. Irzani meminta organisasi terus memperkuat bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi umat guna melanjutkan amanah perjuangan yang diwariskan oleh Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi melalui musyawarah dan budaya tabayun. Irzani menilai arus informasi yang sangat cepat saat ini sering memicu kesalahpahaman dan menyebarkan fitnah apabila masyarakat tidak menyikapinya secara bijak.
“Saya yakin kader-kader muda yang telah menempuh proses kaderisasi secara berjenjang akan membawa NWDI Kota Mataram menjadi organisasi yang lebih baik dan lebih maju ke depan. Selamat bermusyawarah dan sukseskan Musda. Jalankan aturan organisasi dengan baik serta tetap kedepankan musyawarah dan tabayun,” ujarnya.






