lombokprime.com – PT BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar) bersama MIM Foundation membangun enam unit mandi, cuci, kakus (MCK) lengkap dengan tempat wudhu di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Desa Gelogor, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar. Fasilitas itu terutama diperuntukkan bagi para santriwati yang selama ini membutuhkan sarana sanitasi yang lebih layak.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Direktur Utama PT BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar) Mustaen didampingi Ketua MIM Foundation M. Romi Saefudin. Kegiatan itu turut disaksikan Ketua Yayasan Ponpes Al Amin Ustadz Hadri Ilahiya, para pengurus yayasan, serta santri dan santriwati.
Mustaen mengatakan pembangunan fasilitas MCK merupakan bagian dari komitmen Bank Dinar. Program tersebut bertujuan memperluas manfaat bagi masyarakat melalui tanggung jawab sosial perusahaan. Program tersebut juga menjadi rangkaian peringatan milad ke-20 Bank Dinar. Peringatan itu mengusung tema “Unlimited Spirit: Dua Dekade Menebar Manfaat dengan Melayani Sepenuh Hati.”
Menurut dia, bantuan tersebut diberikan untuk menjawab kebutuhan dasar para santriwati yang tidak hanya memerlukan ruang belajar yang memadai, tetapi juga fasilitas sanitasi yang aman, nyaman, dan menjaga privasi.
“Dengan adanya fasilitas ini kami berharap para santriwati dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Kebutuhan dasar mereka terpenuhi sehingga dapat belajar dengan lebih tenang, termasuk saat menggunakan fasilitas pada malam hari,” katanya.
Bank Dinar Siapkan Program Lanjutan untuk Ponpes Al Amin
Mustaen menyatakan Bank Dinar dapat melanjutkan dukungan kepada Ponpes Al Amin setelah pihaknya melihat langsung kondisi sarana dan prasarana di lingkungan pesantren.
Ia menjelaskan tim Bank Dinar akan lebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan prioritas sebelum menyusun program lanjutan. Selanjutnya, kebutuhan tersebut akan diupayakan melalui penggalangan donasi yang melibatkan perusahaan, mitra, hingga para nasabah.
Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting agar fasilitas pendidikan di Ponpes Al Amin dapat berkembang lebih representatif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri.
Pendidikan Jadi Fondasi Pembangunan Bangsa
Mustaen menegaskan sektor pendidikan menjadi fokus perhatian Bank Dinar karena dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.
Ia mengatakan pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup melalui pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan yang lebih baik.
Menurutnya, kualitas pendidikan yang memadai menjadi penopang utama pembangunan sektor ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur agar berjalan optimal.
Ponpes Al Amin Hadapi Keterbatasan Fasilitas
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al Amin Ustadz Hadri Ilahiya mengapresiasi Bank Dinar dan MIM Foundation yang membangun fasilitas di lingkungan ponpes.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program yang mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.
Hadri menjelaskan Ponpes Al Amin telah berdiri sejak 1962 yang diawali dengan pendirian Madrasah Diniyah. Seiring perkembangan waktu, yayasan kemudian membuka berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Raudhatul Athfal (RA), perguruan tinggi keagamaan Islam, Ma’had Aly, hingga Lembaga Tahfiz Al-Qur’an.
Meski memiliki banyak unit pendidikan, kata dia, yayasan masih menghadapi keterbatasan anggaran. Sebagian besar santri berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
a mengungkapkan iuran santri hanya sekitar Rp30 ribu per bulan. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pondok. Termasuk membantu biaya pengobatan apabila terdapat santri yang sakit.
“Kami sengaja menetapkan biaya pendidikan serendah mungkin agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan,” ujarnya.
Hadri berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. Dengan dukungan tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Al Amin mengembangkan fasilitas pendidikan secara bertahap. Upaya tersebut menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi seluruh santri.






