Lombok Barat, NTB – Ratusan personel gabungan TNI, Polri, Paspampres, serta unsur pendukung lainnya disiagakan penuh dalam pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, saat meresmikan Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jum’at siang (10/7/2026).
Sebelum kedatangan kepala negara, Komandan Kodim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han.), selaku Dansubsatgas Bendungan Meninting, memimpin langsung apel pengamanan dan memastikan seluruh aspek keamanan berjalan optimal.
Di hadapan ratusan personel gabungan, Kolonel Inf Nyarman menegaskan bahwa setiap unsur pengamanan harus memahami tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Menurutnya, keberhasilan pengamanan VVIP tidak hanya bergantung pada kesiapan personel, tetapi juga pada koordinasi, disiplin, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.
“Pengamanan Presiden Republik Indonesia merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi kita semua. Saya tekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat,” tegasnya saat memberikan arahan.
Apel tersebut menjadi tahapan akhir pengecekan kesiapan personel, sarana pendukung, pola pengamanan, hingga jalur pergerakan tamu VVIP sebelum Presiden dan rombongan tiba di lokasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala.
Sambutan Meriah untuk Presiden
Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan tiba di Bendungan Meninting pada pukul 14.19 WITA. Kedatangan Presiden disambut atraksi budaya Rampak Gendang Beleq yang menggema di kawasan bendungan, disertai antusiasme ratusan masyarakat dan pelajar yang telah menunggu sejak siang hari.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana, Komandan Paspampres Mayjen TNI Dr. Edwin Adrian Sumantha, serta sejumlah pejabat istana lainnya.
Hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, serta unsur Forkopimda dan kepala daerah se-NTB.
Bendungan Strategis untuk Masa Depan NTB
Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Bendungan Meninting merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air strategis yang dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, bendungan tersebut memiliki peran penting dalam menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian, memenuhi kebutuhan air baku masyarakat, meningkatkan ketahanan air daerah, hingga membantu pengendalian banjir di wilayah Lombok Barat dan sekitarnya.
“Pembangunan bendungan bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung swasembada pangan nasional,” ungkap Menteri PU.






