Kepolisian Resor Lombok Barat bersama seluruh Polsek jajaran memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis melalui gerakan Patroli Strong Point. Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata pihak kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas serta menjaga kondusifitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Patroli berskala besar ini juga difokuskan untuk merespons keluhan warga terkait aktivitas balap liar yang dinilai semakin meresahkan.
Pelaksanaan Patroli Strong Point yang dikemas dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) atau Patroli Rinjani Presisi ini dilangsungkan pada hari Rabu (04/07/2026) mulai pukul 20.00 Wita. Pergerakan personel di lapangan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si.
Kehadiran pucuk pimpinan Polres Lombok Barat dalam apel tersebut turut didampingi oleh jajaran pejabat utama, di antaranya Wakapolres Kompol Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H., Kabag Ops AKP I Putu Wirawan, S.Adm., M.I.Kom., Kasat Intelkam Iptu Joko Rudiantoro, S.H., M.H., Kasat Lantas Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., Kasat Binmas Iptu M. Mahrip, S.H., serta Kasi Propam Iptu Amirudin. Selain itu, apel juga diikuti oleh jajaran perwira dan personel gabungan dari Polres maupun Polsek jajaran yang masuk dalam surat perintah tugas.
Fokus Sasaran dan Penindakan Tegas Balap Liar
Dalam arahannya saat memimpin apel, Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap menegaskan bahwa rute patroli menyasar jalur-jalur protokol utama. Wilayah yang menjadi fokus pergerakan meliputi sepanjang jalur Bypass BIL 1 dan BIL 2 hingga area perbatasan Tembolak Pelangi. Petugas kemudian menyisir titik-titik keramaian publik yang berada di wilayah hukum masing-masing Polsek jajaran, khususnya di kawasan Bundaran GMS dan Giri Menang Park.
Selain melakukan pemantauan secara stasioner, personel di lapangan juga diwajibkan melakukan dialog interaktif dengan warga. Metode ini diterapkan secara intensif guna menyerap informasi langsung mengenai situasi keamanan di lingkungan sekitar sekaligus memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat yang sedang beraktivitas malam.
AKBP Yasmara Harahap memberikan perhatian khusus terhadap fenomena balap liar yang kerap memanfaatkan jalan umum pada malam hari. Menurutnya, tindakan tegas harus diambil karena aktivitas ilegal tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, melainkan juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain serta mengganggu arus lalu lintas akibat penutupan akses jalan sepihak.
“Lakukan penindakan terhadap sejumlah pelaku balap liar yang meresahkan masyarakat. Masalah ini sekarang menjadi salah satu atensi utama kami karena selain membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya, kegiatan tersebut juga kerap menyebabkan terganggunya arus lalu lintas hingga menutup akses jalan umum. Bubarkan dan tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar AKBP Yasmara Harahap di hadapan personelnya.
Pengamanan Nonton Bareng dan Pendekatan Humanis
Bukan hanya mengantisipasi balap liar, aparat kepolisian juga diterjunkan untuk memonitor jalannya kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar oleh warga di beberapa lokasi. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa ruang-ruang publik tempat berkumpulnya massa tetap berada dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Kapolres menekankan bahwa kehadiran fisik Polri di tengah keramaian harus mampu memberikan rasa aman yang riil bagi masyarakat luas.
Kendati mengedepankan ketegasan terhadap pelanggar hukum, Kapolres Lombok Barat mengingatkan seluruh anggotanya agar tetap menjaga profesionalitas saat berinteraksi dengan warga di lapangan. Pendekatan persuasif dan bersahabat menjadi instruksi utama demi menghindari gesekan yang tidak perlu selama operasi berlangsung.






