lombokprime.com – Gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat) Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan pengurus baru Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB agar tidak menyia-nyiakan waktu kepengurusan yang tersisa. Masa jabatan periode 2025–2030 telah berjalan satu tahun. Kondisi itu membuat pengurus hanya memiliki waktu efektif sekitar empat tahun untuk merealisasikan program kerja.
Gubernur NTB menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri pelantikan Pengurus Dekopinwil NTB periode 2025–2030 di Aula Kantor Bank NTB Syariah, Mataram, Selasa (21/7/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat. Panitia mengawali acara dengan bincang-bincang bisnis. Selanjutnya, panitia menggelar prosesi pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).
Pelantikan itu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. Panitia akan melanjutkan peringatan tersebut melalui kegiatan jalan sehat pada 25 Juli 2026.
Gubernur Dorong Pengurus Maksimalkan Waktu Kepengurusan
Lalu Muhamad Iqbal mengaku bersyukur karena konflik dualisme kepengurusan Dekopin yang sempat berlangsung kini telah berakhir. Menurutnya, kepemimpinan Dekopin di tingkat pusat sudah memiliki kepastian hukum di bawah Bambang Haryadi. Kondisi tersebut membuka ruang bagi seluruh pengurus di daerah untuk fokus menjalankan program organisasi.
Ia kemudian mengingatkan bahwa pelantikan yang baru terlaksana pada 2026 membuat masa kerja efektif pengurus berkurang satu tahun.
“Masa jabatannya 2025–2030, tapi dilantik 2026. Secara de facto, waktu yang tersisa tinggal empat tahun. Jadi harus ‘lari’ karena sudah dapat diskon satu tahun,” ujar Iqbal.
Gubernur juga mengibaratkan koperasi sebagai soko guru perekonomian, layaknya tiang utama pada rumah adat Joglo yang menjaga bangunan tetap berdiri kokoh. Namun, ia menilai peran koperasi terhadap perekonomian nasional masih belum optimal.
Menurutnya, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih berada di kisaran 1,7 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi tata kelola yang belum kuat dan citra koperasi yang belum sepenuhnya positif di tengah masyarakat.
Karena itu, Iqbal menitipkan dua pekerjaan utama kepada kepengurusan baru. Pertama, memperbaiki tata kelola sumber daya manusia dan manajemen organisasi. Kedua, membangun kembali citra koperasi agar semakin dipercaya masyarakat dan mampu menarik generasi muda untuk bergabung.
Dekopinwil NTB Siapkan Transformasi dan Kolaborasi
Ketua Dekopinwil NTB periode 2025–2030, Anis Mudjahid Akbar, menyatakan pelantikan tersebut menjadi awal dari kerja besar organisasi, bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.
Ia menegaskan pihaknya ingin menghadirkan Dekopinwil NTB yang lebih adaptif, progresif, dan mampu menjawab kebutuhan gerakan koperasi di era modern.
Anis menilai NTB memiliki potensi koperasi yang sangat besar. Potensi tersebut tersebar pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus segera diselesaikan.
“Kita tidak dapat menutup mata terhadap berbagai tantangan, seperti terbatasnya akses pembiayaan, kapasitas manajerial yang belum merata, belum optimalnya transformasi digital, hingga jaringan bisnis dan kemitraan strategis yang belum sepenuhnya terbangun,” katanya.
Anis menilai tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Koperasi membutuhkan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar mampu tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.
Dekopinwil Gandeng BI, OJK, hingga LPDB
Sebagai langkah awal, Dekopinwil NTB telah membangun kemitraan dengan sejumlah lembaga strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Mitra tersebut meliputi Dinas Koperasi NTB, Bank NTB Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Perum Bulog, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), kalangan swasta, hingga perguruan tinggi.






