Jalur cepat Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) 2 kembali menjadi fokus perhatian aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kerawanan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat memperketat pengawasan di kawasan strategis tersebut melalui kegiatan patroli malam intensif. Langkah preventif ini diambil demi memastikan kenyamanan para pengguna jalan yang melintas pada jam-jam rawan.
Pelaksanaan patroli yang menyasar sepanjang jalur Bypass BIL 2 ini dilangsungkan pada Jumat (12/06/2026). Pergerakan personel dimulai sejak pukul 22.00 WITA hingga dini hari. Petugas menyisir titik-titik yang dinilai rawan menjadi lokasi aksi kriminalitas maupun pelanggaran lalu lintas. Melalui kehadiran polisi di lapangan, diharapkan ruang gerak para pelaku kejahatan dapat diredam secara maksimal.
Dalam operasionalnya, kegiatan ini diterjunkan langsung oleh para personel Satlantas Polres Lombok Barat yang tergabung dalam Unit Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli). Para petugas yang berjaga di Pos GMS dan Pos Rumak saling bersinergi memantau pergerakan arus kendaraan. Mereka sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas di koridor utama tersebut.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang ditingkatkan. Langkah tersebut diambil guna merespons dinamika kerawanan di jalur Bypass BIL 2. Kehadiran personel secara fisik di lapangan menjadi representasi negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kondusifitas wilayah hukum Polres Lombok Barat, terutama di jalur-jalur cepat seperti Bypass BIL 2 ini. Melalui Unit Turjawali yang bersiaga di Pos GMS dan Pos Rumak, kami melakukan pemantauan arus lalu lintas secara intensif sekaligus berdialog langsung dengan warga untuk memberikan imbauan agar selalu tertib dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya.
Antisipasi Aksi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan Melalui Patroli Malam
Selain fokus pada kelancaran arus kendaraan, misi utama dari kegiatan patroli malam ini adalah melakukan pencegahan secara represif terhadap potensi aksi balap liar yang kerap memanfaatkan trek lurus Bypass BIL 2. Fenomena balap liar tidak hanya membahayakan keselamatan para pelaku yang mayoritas berusia remaja. Aksi tersebut juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan lain yang kebetulan melintas di lokasi yang sama.
Petugas di lapangan tidak sekadar berpatroli dengan kendaraan dinas. Mereka juga melakukan pendekatan persuasif dengan membubarkan kerumunan pemuda yang terindikasi akan melakukan aksi balap liar. Langkah ini terbukti efektif dalam meminimalisir ruang pertemuan para pelaku balap liar terorganisir maupun spontan.
Di samping itu, pengawasan ini dirancang untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C, yaitu Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), serta aksi kriminalitas jalanan lainnya. Suasana jalan yang sepi dan minim penerangan di beberapa titik seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan.
Iptu Anton Prasetya Wijaya menambahkan bahwa tindakan pencegahan sejak dini jauh lebih efektif untuk menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang fatal.
“Sasaran utama kami tidak hanya memastikan tidak adanya aksi balap liar yang meresahkan, tetapi juga meminimalisir potensi kejahatan 3C dan tindakan kriminal lainnya di sepanjang jalur tersebut. Kami ingin memastikan masyarakat yang berkendara di malam hari merasa tenang tanpa ada rasa was-was akan menjadi korban kejahatan jalanan,” tegasnya.






