Mengenal Kata Serapan: Pengertian, Jenis, dan Puluhan Contoh Populer dalam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis dan terus berkembang. Dalam keseharian, sadar atau tidak, kita sering menggunakan kosakata yang bukan murni dari bahasa Indonesia asli. Kosakata tersebut merupakan hasil adopsi dari berbagai bahasa, baik bahasa daerah nusantara maupun bahasa asing.
Fenomena inilah yang dikenal sebagai kata serapan. Masuknya kata serapan memperkaya perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia, sehingga mampu mengakomodasi berbagai konsep baru di era modern.
Apa yang Dimaksud dengan Kata Serapan?
Secara sederhana, kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu bahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia, serta telah diterima pemakaiannya secara umum di masyarakat.
Proses penyerapan ini biasanya melalui beberapa tahapan penyesuaian, baik dari segi ejaan, pelafalan, maupun penulisan, agar sesuai dengan kaidah Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Secara garis besar, proses masuknya kata serapan terbagi menjadi dua cara utama:
- Adopsi: Pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan tanpa mengubah bentuk aslinya.
- Adaptasi: Pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing tersebut, sementara penulisan dan pelafalannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
- Terjemahan: Konsep atau makna kata asing diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengambil bunyi aslinya (misalnya kata skyscraper menjadi pencakar langit).
10 Contoh Kata Serapan dari Bahasa Daerah
Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang menjadi sumber kekayaan luar biasa bagi bahasa nasional. Sejumlah kata dari bahasa Jawa, Sunda, Minangkabau, hingga Bali telah resmi diserap ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Berikut adalah 10 contoh kata serapan dari bahasa daerah:
- Ambekan (dari bahasa Sunda/Jawa) – Napas atau pernapasan.
- Gana (dari bahasa Bali) – Sekelompok makhluk halus atau dewa dalam mitologi.
- Nian (dari bahasa Melayu/Minangkabau) – Sungguh-sungguh atau amat sangat.
- Mangkrak (dari bahasa Jawa) – Terbengkalai atau tidak diteruskan (biasanya merujuk pada suatu pekerjaan atau bangunan).
- Ampuh (dari bahasa Jawa Kuno) – Mempunyai tuah, sakti, atau mujarab.
- Ludes (dari bahasa Sunda/Jawa) – Habis tak bersisa.
- Buyar (dari bahasa Sunda/Jawa) – Menjadi cerai-berai atau bubar.
- Rumpang (dari bahasa Sunda) – Kurang lengkap atau ada bagian yang bolong/ompong.
- Gerah (dari bahasa Sunda/Jawa) – Rasa panas yang tidak nyaman pada tubuh.
- Uik (dari bahasa daerah di Sumatera) – Bunyi khas anak babi.
10 Contoh Kata Serapan dari Bahasa Belanda
Mengingat sejarah kolonisasi di masa lampau, pengaruh bahasa Belanda terhadap bahasa Indonesia sangatlah besar. Banyak istilah di bidang hukum, pemerintahan, teknik, dan kehidupan sehari-hari yang diserap dari bahasa negeri Kincir Windu tersebut.
Berikut adalah 10 contoh kata serapan dari bahasa Belanda beserta padanannya:
- Akte (dari akte) – Surat resmi atau dokumen legal.
- Kantor (dari kantoor) – Tempat bekerja atau gedungnya.
- Handuk (dari handdoek) – Kain peneyerap air untuk mengeringkan badan.
- Kuitansi (dari kwitantie) – Tanda bukti penerimaan uang.
- Warteg (singkatan dari warung tegal, namun banyak istilah administratif menggunakan basis Belanda seperti notaris). Mari ambil contoh lain yang lebih murni: Arloji (dari arlogie) – Jam tangan.
- Korek (dari lucifer/kriek – alat pemantik api). Lebih tepatnya Bioskop (dari bioscoop) – Gedung pertunjukan film.
- Dongkrak (dari donkrek) – Alat pengangkat beban berat.
- Kualitas (dari kwaliteit) – Mutu atau tingkat baik buruknya sesuatu.
- Sopir (dari chauffeur) – Pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.
- Laci (dari laag) – Kotak sorong pada meja atau lemari.
Mengenal Contoh Kata Sifat Serapan
Selain kata benda dan kata kerja, banyak pula kata sifat (adjektiva) dalam bahasa Indonesia yang merupakan hasil penyerapan dari bahasa asing (terutama bahasa Inggris dan Arab). Kata sifat serapan ini berfungsi untuk menerangkan keadaan, sifat, atau watak suatu benda maupun subjek.
Beberapa contoh kata sifat serapan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari meliputi:
- Aktif (dari bahasa Inggris active) – Giat, rajin, atau selalu bergerak melakukan kegiatan.
- Efektif (dari effective) – Membawa hasil, berhasil guna.
- Efisien (dari efficient) – Tepat sasaran, tidak membuang-buang waktu, tenaga, atau biaya.
- Spesifik (dari specific) – Khusus, terperinci, atau bersifat khas.
- Ideal (dari ideal) – Sesuai yang dicita-citakan atau sangat baik.
- Negatif (dari negative) – Bersifat menolak, mengandung unsur ketidakberhasilan atau keburukan.
- Positif (dari positive) – Bersifat pasti, mendukung, atau optimis.
- Dominan (dari dominant) – Berkuasa, berpengaruh, atau paling menonjol.
- Kompleks (dari complex) – Rumit, sulit, atau terdiri dari banyak bagian.
- Statis (dari static) – Tidak mengalami perubahan, tetap, atau diam.
Kehadiran kata serapan membuktikan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka dan adaptif terhadap perkembangan global. Dengan memahami berbagai jenis dan contoh kata serapan, kita tidak hanya memperluas wawasan berbahasa, tetapi juga turut serta menjaga kelestarian kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai standar nasional.












