Berita

PLN UIW NTB Implementasikan Digitalisasi Pengelolaan Material

×

PLN UIW NTB Implementasikan Digitalisasi Pengelolaan Material

Sebarkan artikel ini

Lombokprime.com– PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB resmi mengimplementasikan sistem digital pengelolaan material retur gudang yang terintegrasi dengan Aplikasi Gudang Online di kantor PLN UIW NTB. Sistem tata kelola ini dijalankan sebagai wujud transformasi digital pengelolaan material/aset retur sehingga dapat mengakomodasi pencatatan status di gudang PLN.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa sistem tata kelola Material Return and Warehouse Inventory (MRWI) ini merupakan standarisasi tata kelola pergudangan yang mengatur seluruh aspek secara end-to-end untuk optimasi nilai inventory. Material return sendiri adalah material yang dikembalikan ke gudang karena kelebihan atau sisa pemakaian dalam pelaksanaan suatu pekerjaan atau hasil pembongkaran (bekas pakai).

Baca Juga  Patroli Polsek Labuapi Ciptakan Situasi Aman Kondusif di Malam Hari

“Hal ini berarti sistem digital terintegrasi dari sejak material diproduksi sampai material digunakan dan dihapusbukukan, sehingga kita dapat mengidentifikasi siklus hidup dari setiap individu material atau aset yang dimiliki,” jelas Djarwo.

Sistem digital pengelolaan inventory yang terintegrasi dengan sistem pelayanan teknis (Yantek Mobile) ini menjadi triggering event saat terjadi gangguan dapat terintegrasi dengan data stock material dan data material retur, dan pencatatan transaksi material dapat dilakukan secara real time di sistem.

Digitalisasi pengelolaan material retur nantinya akan dapat mengakomodasi pencatatan status dan proses pengembalian ke gudang sampai dengan pengklasifikasian material/aset retur tersebut. Hal ini akan membuat proses diidentifikasi menjadi lebih efektif.

Baca Juga  Ketua TP PKK NTB Berikan Apresiasi untuk Stan PLN dalam World Superbike 2023

”Jadi kita akan dapat mengidentifikasi apakah material/aset retur itu masih berfungsi dengan baik atau sudah rusak dengan cepat,” tambah Djarwo.

Djarwo melanjutkan nantinya akan ada empat kondisi status dari pengklasifikasian material/aset retur tersebut di antaranya material/aset retur masih berfungsi dengan baik sehingga bisa direlokasi ke tempat lain, sudah rusak namun masih dalam masa garansi, sudah rusak di luar masa garansi tetapi masih bisa diperbaiki, atau sudah rusak dan memang tidak bisa diperbaiki untuk selanjutnya diusulkan penghapusan.

“Melalui digitalisasi ini, kami berharap pengelolaan inventori di gudang PLN menjadi lebih simpel dan rapi. Selain itu, seluruh proses di gudang dapat dimonitor bersama. Dengan adanya perbaikan ini, kami optimis dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik,” tutup Djarwo.

Baca Juga  Pohon Tumbang Tutup Jalan Raya Gunung Pengsong, Sigap Personel Polsek Labuapi Evakuasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *