Cegah Bullying, Babinsa Langko Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan

Lombok Barat, NTB – Suasana belajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, tampak berbeda. Bukan hanya pelajaran di dalam kelas, para siswa juga diajak mengenal lebih dekat makna Pancasila, persatuan, serta pentingnya menghormati sesame, Rabu (22/7/2026).

 

Pesan tersebut disampaikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Langko, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Serka Muhammad Faesal, melalui kegiatan pembinaan teritorial berupa pemberian materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa SDIT.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sejak usia dini.

 

Kenalkan Pancasila hingga Empat Pilar Kebangsaan

 

Dalam penyampaiannya, Serka Muhammad Faesal mengajak para siswa mengenal lambang negara dan memahami butir-butir Pancasila. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Tidak hanya itu, edukasi tentang bahaya bullying turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para siswa diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, tidak melakukan perundungan, serta berani membangun lingkungan sekolah yang aman dan penuh persahabatan.

 

Kegiatan yang dihadiri Kepala Sekolah SDIT Nurul Hikmah, Ibu Mira, bersama dewan guru itu berlangsung penuh antusias. Para siswa aktif menyimak, berinteraksi, dan mengikuti materi yang disampaikan Babinsa.

 

Bagi Serka Muhammad Faesal, pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan ketika anak-anak telah dewasa. Nilai-nilai kebangsaan perlu dikenalkan sejak dini agar tumbuh menjadi bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari.

 

“Melalui wawasan kebangsaan, kami ingin menanamkan semangat cinta Tanah Air, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk bullying. Anak-anak inilah yang kelak menjadi penerus bangsa, sehingga karakter mereka harus dibangun sejak sekarang,” ujar Serka Muhammad Faesal.

 

Sekolah Apresiasi Kepedulian Babinsa

 

Guru SDIT Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah, Mustamin, S.Pd., mengapresiasi kepedulian Babinsa yang hadir memberikan pembelajaran langsung kepada para siswa.

 

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memberikan bekal penting dalam membangun sikap dan karakter peserta didik.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Desa Langko yang telah meluangkan waktu untuk memberikan materi wawasan kebangsaan kepada para siswa. Materi ini sangat bermanfaat karena mampu menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air, kedisiplinan, toleransi, serta mengingatkan anak-anak untuk menjauhi perilaku bullying sejak dini,” ungkap Mustamin.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pembentukan karakter siswa dapat dilakukan melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat kewilayahan.

 

Melalui kegiatan tersebut, Koramil 1606-08/Narmada terus mendorong agar nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sebab, dari ruang-ruang belajar seperti inilah karakter generasi penerus bangsa mulai dibentuk. Dari kebiasaan menghormati teman, mencintai Tanah Air, memahami Pancasila, dan menolak bullying, tumbuh harapan lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *