Berita  

Jaga Stabiliats Pasokan dan Harga Bahan Pokok, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan NTB Gencarkan GPM.

 

Mataram, (lombokprime.com) :  – Untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga bahan pokok (Bapok) dan pangan lainnya bagi masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Memasuki penyelenggaraan yang ke-20 pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan bagi masyarakat, seperti kegiatan GPM yang digelar di Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, Rabu (4/11/2026).

 

Kehadiran kegatan GPM ini disambut antusias oleh masyarakat, yang sejak pagi sudah ramai mendatangi dan memadati lokasi kegiatan GPM yang menjual berbagai kebutuhan bahan pokok (Bapok) dan kebutuhan pangan lainnya, dengan harga lebih murah dengan harga di pasaran.

 

Menurut salah seorang warga Baiq Tini , selisih harga kebutuhan bapok di kegiatan GPM ini lebih murah sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 dibandingkan harga pasaran, dan di rasakan sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, minyak, hingga sembako lainnya tersedia lengkap di pasar murah ini.

Baca Juga:  Polri Gelar TFG Matangkan Skema Pengamanan MotoGP Mandalika 2026

 

“Sangat membantu sekali kita untuk kegiatan GPM ya, lumayan selisihnya ada 1.000, ada 2.000-an sampai 3.000-an. Tadi ada beras, telur, gula, minyak, sembako sudah saya beli,” ungkapnya.

 

Baiq Tini berharap, agar kegiatan GPM atau pasar murah ini dapat diselenggarakan lebih sering ke depannya, bahkan jika memungkinkan diadakan sebulan sekali untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.

 

“Sering-sering saja dilaksanakan. Bagus ini membantu, sangat membantu. Kalau bisa beras saja diturunkan lagi harganya bersama yang lain,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah, yang didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) menjelaskan, pelaksanaan GPM ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memenuhi permintaan masyarakat. Warga dinilai memerlukan sentuhan langsung berupa pangan murah guna memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas pasokan pangan di wilayah NTB.

Baca Juga:  Dorong Pendidikan Berkarakter dan Berkualitas, Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School LIBS Hadirkan Skema Potongan 100 Persen Bagi Siswa Berprestasi.

 

“GPM kita yang ke-20 selama tahun 2026 ini menyasar di Kelurahan Pagesangan Baru. Karena memang ini permintaan dari warga, perlu ada sentuhan gerakan pangan murah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik itu ketersediaan, keterjangkauan, maupun stabilitas pasokan pangan di NTB,” ujar Lalu Mirza saat wawancara di lapangan Pixball Pagesangan Mataram.

 

Menurutnya, dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menyasar kelurahan berdaya, tetapi juga terbuka bagi wilayah lain, apabila kepala lingkungan, kepala desa, atau lurah mengajukan permohonan agar wilayahnya dijadikan tempat diadakan GPM. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan layanan tersebut selama masyarakat membutuhkannya.

 

Terkait antusiasme warga yang datang di lokasi, Lalu Mirza menilai, pergerakan pembeli di lapangan terpantau tertib dan tidak berdesak-desakan. Sistem keluar-masuk pembeli berjalan teratur berkat koordinasi yang baik serta edukasi budaya membeli yang mulai bijak diterapkan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Cara Membangun Growth Mindset Biar Mental Nggak Gampang Tumbang!

 

Lebih lanjut Mirza menjelaskan, bahwa keberhasilan GPM ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi kuat dari berbagai pihak, termasuk didampingi langsung oleh Satgas Pangan, unsur pusat, kepolisian, TNI, serta para pelaku UMKM lokal. Seluruh mitra UMKM di NTB turut diberdayakan agar roda perekonomian terus berputar seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Kendati demikian Mirza menegaskan, pemerintah tetap menjaga keseimbangan harga agar para UMKM tetap mendapatkan keuntungan yang wajar tanpa harus menekan harga terlalu murah yang dapat merugikan pedagang.

 

“Jangan terlalu menekan juga, sewajarnya saja. UMKM supaya dapat untung juga kan, kalau terlalu ditekan nanti seperti air muncrat karena terlalu keras. Jadi semua dapat untung, tapi yang kita jaga adalah kestabilan, normal harga, dan ketersediaannya,” tutupnya. ( Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *