Tak Lagi Ribet, Petani di Lombok Tebus Pupuk Subsidi Lewat i-Pubers

Tak Lagi Ribet, Petani di Lombok Tebus Pupuk Subsidi Lewat i-Pubers

Sabri juga melihat peningkatan alokasi pupuk subsidi yang diterima petani belakangan ini memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian di wilayahnya. Ia mengaku sering turun langsung ke kelompok tani untuk melihat kondisi tanaman petani.
“Alhamdulillah sekarang produktivitas pertanian juga lebih baik karena kebutuhan pupuk petani lebih terpenuhi,” katanya.

Ia juga memastikan harga pupuk subsidi di tingkat kios tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) baru yang ditetapkan pemerintah. Jika ada biaya tambahan, kata dia, hal itu hanya berasal dari ongkos angkut apabila petani meminta pupuk diantar ke lahan.

“Kalau harga di kios tetap sesuai HET. Tidak ada tambahan biaya lain. Kecuali kalau petani yang datang ambil pupuknya pakai ojeg, tambahan biayanya hanya diongkosnya. Tapai kalau datang sendiri bawa kendaraan, ndak ada harga lebih petani,” tegasnya.

Hal senada disampaikan petani asal Kelompok Tani Kekeri Timur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Edi Suryadi. Petani yang menggarap lahan seluas sekitar 92 are ini mengaku sistem penebusan pupuk saat ini jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.

“Sistem sekarang sangat mempermudah petani. Stok pupuk selalu tersedia, jadi kami merasa lebih tenang,” katanya.

Edi mengaku selama menggunakan sistem i-Pubers, dirinya belum pernah mengalami kendala saat menebus pupuk subsidi.
“Belum ada kendala sejauh ini,” ujarnya.

Ia menyebut kelancaran distribusi pupuk sangat berdampak terhadap produktivitas pertanian. Dengan pupuk yang selalu tersedia dan harga yang terjangkau, biaya produksi petani menjadi lebih hemat dan hasil panen meningkat.

“Hasil pertanian jadi lebih baik dan biaya produksi juga lebih rendah dibanding dulu,” katanya.

Dalam satu musim tanam, Edi mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 250 kilogram pupuk urea dan 250 kilogram pupuk NPK. Ia mengaku seluruh kebutuhannya selalu tersedia di kios.

“Kalau datang ke kios, pupuk selalu ada. Saya tinggal bawa KTP lalu langsung ambil pupuk,” ujarnya.

Dengan kondisi stok yang terjaga, harga sesuai ketentuan pemerintah, serta sistem penebusan yang semakin sederhana, petani di Lombok Barat kini mengaku lebih tenang menjalani musim tanam tanpa dihantui kekhawatiran kelangkaan pupuk seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *