Berita  

Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme Dan Ekstrimisme Kepada Generasi Muda.

Untuk itu, sebagai upaya menangkal hoaks, mencegah radikalisme, dan mencegah perpecahan antar umat beragama akibat disinformasi di media sosial dan lingkungan pendidikan, diperlukan pendekatan komprehensif, mulai dari penguatan literasi digital hingga penguatan pendidikan karakter, dengan mengembangkan narasi-narasi positif kontra radikalisme di media sosial.

Selain itu, penerapan budaya tabayyun (check & re-check) sebelum membagikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu SARA dan ajaran agama, serta mendeteksi konten hoaks, sangat perlu dilakukan dengan memperbanyak Kontra Narasi Positif, tidak hanya dilakukan oleh lembaga pendidikan, tapi harus melibatkan organisasi masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda yang aktif memproduksi konten moderasi beragama, perdamaian, dan nilai-nilai toleran.

“Kalau kita membaca bagaimana geliat informasi di media sosial saat ini, lebih banyak narasi-narasi yang muncul ini adalah narasi yang kontra produktif terhadap perkembangan tumbuh kembangnya toleransi kita, maka yang harus dilakukan adalah kontra narasi tadi. Kita harus terus memperbanyak dan tidak bisa dilakukan oleh kampus, namun harus menjadi kegiatan bersama, kolaborasi semua unsur, multi stakeholder harus bekerja, lembaga agama, lembaga pendidikan, mulai dari kampus, sekolah, juga harus melakukan hal yang sama, “tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, menangkal hoaks dan pencegahan radikalisme merupakan upaya strategis, mengingat dunia pendidikan terutama perguruan tinggi sering menjadi sasaran penyebaran paham radikal melalui media sosial, sehingga peran tenaga pendidik atau guru dalam membangun kurikulum yang mendorong siswa berpikir kritis, sehingga mampu menganalisis propaganda radikal dan tidak mudah terprovokasi sangat diperlukan, dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan cinta tanah air, serta nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam memperkuat karakter kebangsaan. ( Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *