Berita  

KADO ISTIMEWA HARI SANTRI 2026! Kepala MTsN 2 Lobar H. Abdul Azis Faradi Luncurkan Mahakarya “Seni Menjadi Guru Madrasah”.

 

Lombok Barat (lombokprine.com) :  – Momentum Hari Santri Nasional 2026, Kamis 22 Oktober 2026, akan menjadi hari bersejarah bagi dunia literasi madrasah di NTB. Salah satu karya besar dan karya terbaik dari Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat, *H. Abdul Azis Faradi,M.Pd.,* resmi diterbitkan.

Buku berjudul *”Seni Menjadi Guru Madrasah 2026″* ini bukan sekadar buku. Ini adalah warisan intelektual, jejak pengabdian, dan manifesto seorang pemimpin madrasah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.

Di tengah kesibukannya memimpin madrasah yang maju, berprestasi dan berakhlak mulia, H. Abdul Azis Faradi membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berhenti menulis. Ia adalah bukti nyata: *Kepala Madrasah yang Visioner, Pemimpin yang Juga Penulis!*

*Bukan Teori, Tapi Kisah Nyata Pengabdian*

Apa yang membuat buku ini begitu istimewa dan wajib dibaca para guru, santri, dan penulis buku di Indonesia?

Baca Juga:  Polemik Komisaris Bank NTB, PDIP NTB Sepakat Secara Bulat Pecat Musyafirin.

Buku ini bukan kompilasi teori dari internet. Isinya adalah *pengalaman, refleksi, dan gagasan otentik* tentang bagaimana menjadi guru madrasah yang tidak hanya profesional, tetapi juga *humanis dan berkarakter.*

Sebuah seni yang selama ini ia praktikkan hingga berhasil membawa MTsN 2 Lombok Barat menjadi madrasah yang diperhitungkan.

Sesuai dengan prinsip hidupnya yang tertulis dalam buku itu:

*”Menulis adalah bentuk ibadah, menuangkan gagasan, berbagi pengalaman, dan menebar manfaat untuk sesama.”*

Kalimat inilah yang membuat wibawa H. Abdul Azis Faradi semakin tinggi. Di tangannya, menulis bukan untuk popularitas, tapi untuk ibadah. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk menebar manfaat abadi.

*”Menulis adalah jejak kebaikan yang abadi.”*

*Hadiah untuk Hari Santri dan Gerakan Literasi Nasional*

Peluncuran buku yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini sangat relevan. Jika santri dulu berjuang dengan bambu runcing, maka santri hari ini berjuang dengan pena. Inilah yang ingin ditunjukkan H. Abdul Azis Faradi melalui gerakan *”Mari Kita Mulai Menulis”* dan *”Literasi Membangun Generasi Unggul”*.

Baca Juga:  Pemprov dan DPRD NTB Sepakati Perubahan KUA PPAS APBD 2026

Ia ingin mengirim pesan keras kepada seluruh guru di Indonesia: Jangan hanya mengajar, tapi tulislah. Jangan hanya bercerita di kelas, tapi abadikanlah agar dibaca generasi.

“Menulis untuk Madrasah yang Lebih Baik. Bersama Menulis, Membangun Madrasah, Menuju Masa Depan yang Lebih Baik,” begitu pesan di cover bukunya.

*Motivasi Terbaik untuk Guru dan Penulis*

Karya H. Abdul Azis Faradi ini menjadi tamparan sekaligus penyemangat bagi kita semua. Jika seorang Kepala Madrasah dengan segudang kesibukan mampu melahirkan karya sebagus ini, apalagi kita?

Buku “Seni Menjadi Guru Madrasah” kini telah menjadi mercusuar baru, dan menaikkan citra MTsN 2 Lombok Barat, bukan hanya sebagai madrasah juara futsal dan Paskib, tapi juga sebagai *Kawah Candradimuka Literasi dan Kepenulisan.*

Baca Juga:  Pastikan Stok Beras Aman Selama Maulid, BULOG NTB Pantau Pasar Renteng Lombok Tengah.

Selamat dan Sukses untuk H. Abdul Azis Faradi, M.Pd. Karyamu adalah inspirasi. Karyamu adalah bukti bahwa Guru Madrasah adalah profesi termulia yang layak dituliskan dengan tinta emas.

*Selamat Hari Santri Nasional 2026! Mari Kita Mulai Menulis!* ( Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *