NTB Bidik Predikat Sangat Baik Satu Data Indonesia 2026

Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Ahsanul Khalik.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Ahsanul Khalik. (Ist)

lombokprime.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memperkuat implementasi Satu Data Indonesia sebagai fondasi pembangunan yang lebih terukur dan tepat sasaran. Melalui langkah tersebut, NTB menargetkan peningkatan predikat indeks SDI menjadi kategori sangat baik pada penilaian tahun 2026.

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB bersama Bappeda NTB selaku Sekretariat Forum Satu Data dan penanggung jawab data geospasial daerah menegaskan komitmen tersebut dalam rapat koordinasi di Mataram, Kamis (11/6/2026).

Nilai Satu Data NTB Naik Signifikan

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, H. Ahsanul Halik, mengungkapkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia menunjukkan kemajuan yang cukup besar.

NTB berhasil meraih nilai 75,85 dengan predikat Baik. Pemerintah Provinsi NTB berhasil meningkatkan nilai tersebut secara tajam dari 53,44 yang sebelumnya masuk kategori Cukup.

Menurut Ahsanul, peningkatan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, Bappeda, Badan Pusat Statistik (BPS), Walidata, Walidata Pendukung, serta para produsen data di daerah.

“Yang perlu dipahami, penilaian Satu Data Indonesia bukan sekadar menilai banyaknya data yang dimiliki daerah. Yang dinilai adalah bagaimana data itu dikelola, didokumentasikan, memiliki standar yang jelas, mudah dibagipakaikan, dan benar-benar digunakan dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Ia menegaskan penguatan tata kelola data sejalan dengan arah pembangunan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang mendorong pemanfaatan data valid, terintegrasi, dan tepercaya dalam setiap proses perencanaan pembangunan.

“Pak Gubernur menaruh perhatian besar terhadap penguatan tata kelola data karena seluruh kebijakan pembangunan harus berbasis fakta dan kebutuhan riil masyarakat. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Data Akurat Dukung Berbagai Sektor Strategis

Ahsanul menjelaskan integrasi data akan membantu pemerintah menentukan wilayah prioritas dalam penanganan kemiskinan. Selain itu, data yang akurat mendukung penguatan ketahanan pangan. Data yang akurat juga mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan pelayanan publik. Data yang akurat turut mempercepat transformasi digital pemerintahan.

Berdasarkan hasil evaluasi nasional, sebagian besar aspek penyelenggaraan Satu Data di NTB telah menunjukkan perkembangan positif. Ketersediaan data pembangunan semakin baik. Pemerintah daerah juga telah memanfaatkan portal data daerah dalam berbagai program pembangunan.

Meski demikian, NTB masih perlu memperkuat beberapa aspek. Pemerintah daerah akan memfokuskan perbaikan pada perencanaan dan pemeriksaan data. Penyempurnaan standar data geospasial dan metadata juga menjadi perhatian karena merupakan komponen penting dalam penilaian nasional.

NTB Siapkan Tim Data Spasial dan 155 Peta Tematik

Sekretariat Forum Satu Data NTB, Dr. Suryani Eka Wijaya, optimistis NTB mampu meraih nilai di atas 90 pada evaluasi mendatang. Dengan capaian tersebut, NTB berpeluang masuk kategori Sangat Baik.

Untuk mendukung target itu, Pemprov NTB menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui pembentukan Tim Manajemen Data Spasial tingkat provinsi serta penyusunan berbagai regulasi pendukung tata kelola data.

Penanggung Jawab Data Geospasial NTB, Tribhuana Tungga Dewi, mengungkapkan Bappeda NTB telah memetakan sedikitnya 155 peta tematik yang mendukung pembangunan daerah.

Sebagian peta tersebut telah terintegrasi ke dalam Portal NTB Satu Data dan platform Desa Berdaya.

“Penguatan data geospasial menjadi langkah penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih presisi, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga kebencanaan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *