Jakarta, 6 Oktober 2026 (lombokprime com) : – Menjelang perhelatan akbar MotoGP Mandalika, kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya layanan transportasi laut menuju Pulau Lombok, terus menjadi perhatian serius Komisi V DPR RI.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 2 Abdul Hadi, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan aspek keselamatan, menyusul adanya beberapa insiden kecelakaan dan kebakaran kapal baru-baru ini.
“Kita tentu sangat antusias dan siap menyambut ribuan tamu serta wisatawan yang akan menyeberang ke Pulau Lombok untuk memeriahkan MotoGP. Namun, beberapa insiden di jalur laut dalam beberapa hari terakhir ini kiranya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mawas diri. Keselamatan dan kenyamanan penumpang harus selalu menjadi prioritas utama,” ungkap Abdul Hadi usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Merespons dinamika tersebut, Abdul Hadi menyampaikan harapannya agar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan dapat memberikan perhatian ekstra demi menjaga kelancaran mobilitas warga dan wisatawan.
“Kami di Komisi V sangat mengharapkan adanya komitmen yang kuat dan langkah nyata dari rekan-rekan Dirjen Hubla, khususnya kepada Bapak Plt. Dirjen Hubla, untuk bersama-sama membangun dan memastikan moda transportasi laut kita benar-benar aman saat terjadi lonjakan penumpang nanti,” tuturnya dengan nada optimis.
Sebagai bentuk dukungan dan upaya pencegahan, wakil rakyat asal Pulau Lombok ini mengusulkan lima langkah antisipasi yang dapat dioptimalkan oleh pihak otoritas pelabuhan dan operator penyeberangan.
“Agar kelancaran event ini tetap terjaga, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa kita optimalkan bersama. Pertama, memaksimalkan inspeksi keselamatan (ramp check) pada seluruh armada kapal penyeberangan. Kedua, memastikan kembali bahwa alat-alat keselamatan seperti life jacket, sekoci, dan pemadam api (APAR) tersedia dan berfungsi dengan baik,” jelas Abdul Hadi.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan antrean dan kapasitas penumpang agar mobilitas tetap berjalan tertib tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Ketiga, kita perlu bersama-sama menjaga kapasitas penumpang kapal agar tetap dalam batas aman. Apabila animo masyarakat sangat tinggi, kami mendorong agar solusinya adalah penambahan jadwal pelayaran. Keempat, alangkah baiknya jika diaktifkan posko siaga terpadu yang melibatkan berbagai unsur keselamatan laut untuk berjaga dan berpatroli,” tambahnya.
Terkait kondisi alam, Abdul Hadi mengingatkan pentingnya koordinasi yang harmonis dengan lembaga terkait. “Kelima, kami berpesan agar penerbitan izin berlayar selalu diiringi dengan kehati-hatian, dengan menjadikan informasi cuaca dari BMKG sebagai panduan utama.”
Menutup keterangannya, Abdul Hadi menyampaikan harapan besarnya untuk kesuksesan pariwisata daerah. “Semoga sinergi dan kewaspadaan kita bersama ini dapat menghadirkan rasa aman bagi para tamu. Kita ingin semua yang datang ke Lombok membawa pulang pengalaman yang menyenangkan dan kesan yang indah tentang MotoGP Mandalika serta pariwisata Indonesia,” pungkasnya. ( Red ).












