Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pengamanan dan pemantauan di seluruh pintu masuk pelabuhan di Pulau Lombok pada Senin (28/9/2026). Langkah antisipatif ini digelar dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan “Cipta Mandalika Rinjani 2026” guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap kondusif menjelang gelaran internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026.
Kegiatan pengamanan yang dipimpin langsung oleh Subsatgas Polairud tersebut menyasar area masyarakat pesisir, perkantoran pelabuhan, hingga zona inti pelabuhan di sembilan titik strategis.
Fokus Pemantauan Sembilan Titik Strategis Pelabuhan
Operasi pengamanan perairan ini difokuskan pada sejumlah simpul transportasi laut utama yang menjadi akses penghubung ke Pulau Lombok. Adapun lokasi yang menjadi fokus pemantauan meliputi Pelabuhan Senggigi, Pelabuhan Ampenan, Pelabuhan Awang, Kawasan Kuta Mandalika, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Khayangan, Pelabuhan Tanjung Luar, serta Pelabuhan Bangsal.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa langkah pendeteksian dini di lini perairan dan pelabuhan ini merupakan kunci vital untuk menjaga stabilitas keamanan Wilayah Lombok menjelang ajang balap dunia tersebut. Menurutnya, jalur laut dan pesisir memerlukan perhatian khusus seiring meningkatnya mobilitas orang dan barang menuju Lombok.
“Pengamanan dan pemantauan ketat di seluruh jalur keluar-masuk pelabuhan se-Pulau Lombok ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menghadirkan rasa aman, baik bagi masyarakat lokal maupun para wisatawan dan kru yang mulai berdatangan. Kami melakukan deteksi dini potensi gangguan kamtibmas agar perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Boyke.
Sinergi Bersama Masyarakat Pesisir dan Pengguna Jasa
Melalui pengerahan personel gabungan dan patroli rutin yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai, kegiatan cipta kondisi ini berhasil menciptakan situasi kamtibmas yang aman, terendali, dan kondusif di seluruh kawasan pintu masuk perairan Lombok. Kehadiran aparat di lapangan juga dioptimalkan untuk berdialog langsung dengan masyarakat pesisir dan para pekerja pelabuhan.
Menjelang hari pelaksanaan ajang balap internasional di Kabupaten Lombok Tengah tersebut, Ditpolairud Polda NTB terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus bersinergi menjaga ketertiban umum. Kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi faktor pendukung utama demi suksesnya penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026.












