Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan sebanyak 2.678 personel gabungan guna mengamankan penyelenggaraan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2026. Pengamanan terpusat ini dirangkum dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026 yang mencakup kawasan sirkuit, jalur lalu lintas, pelabuhan, hingga bandar udara.
Puncak pengamanan event balap bergengsi di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, tersebut diproyeksikan berlangsung pada 10 hingga 11 Oktober 2026. Persiapan matang pengamanan ini telah dimatangkan melalui mekanisme Tactical Floor Game (TFG) yang diikuti jajaran kepolisian dan instansi terkait di Kuta-Mandalika, Kamis (1/10/2026).
Kesiapan Personel dan Titik Pengamanan Strategis
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menyatakan bahwa seluruh personel yang tercantum dalam surat perintah tugas (sprint) pengamanan telah diberikan pemahaman mendalam terkait peran dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.
“Puncaknya adalah tanggal 10-11 pada saat event MotoGP. Kita memastikan seluruh personel yang mendapatkan sprint pelaksanaan pengamanan mengerti tugas dan tanggung jawabnya,” kata Kombes Kholid usai mengikuti TFG Operasi Mandalika Rinjani.
Ia merinci, ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta pemangku kepentingan terkait akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Pos pengamanan khusus juga didirikan di area sirkuit, kantong-kantong parkir, jalur keluar-masuk penonton, hingga akses transportasi utama untuk memastikan kelancaran mobilitas.
Imbauan Larangan Membawa Balita dan Menjaga Kebersihan
Selain aspek keamanan fisik, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan khusus bagi para penonton yang akan hadir langsung di lokasi sirkuit. Orang tua diminta untuk tidak membawa anak-anak berusia di bawah 5 tahun (balita) ke tengah area keramaian event.
“Kami mengimbau penonton tidak membawa anak di bawah usia 5 tahun ke lokasi event. Kondisi keramaian dan suara kendaraan balap perlu menjadi perhatian orang tua,” ujar Kombes Kholid demi menjaga keselamatan serta kenyamanan tumbuh kembang anak.
Di samping itu, penonton juga diingatkan untuk tertib menjaga kebersihan lingkungan kawasan sirkuit. Mengingat kondisi cuaca yang berada pada musim kemarau, penonton diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya puntung rokok yang berisiko memicu kebakaran.
“Kami juga mengimbau penonton tidak membuang sampah sembarangan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Buang sampah dan puntung rokok pada tempat yang sudah disediakan,” tegasnya.
Antisipasi Kemacetan dan Ancaman Karhutla
Untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan, Polda NTB telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara komprehensif. Langkah ini difokuskan terutama pada jam-jam kepulangan penonton dari area sirkuit guna menghindari kemacetan panjang di jalur utama Lombok Tengah.
“Kita memastikan nanti di jalan tidak ada kemacetan, pengunjung bisa nyaman memasuki lokasi dan saat bubaran. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan, apabila terjadi kemacetan akibat bubaran MotoGP,” jelas Kombes Kholid.
Faktor cuaca musim kemarau juga menjadi atensi serius kepolisian guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan sirkuit dan perbukitan penyangga Mandalika. Personel bersama sarana prasarana pemadam kebakaran telah disiagakan di titik-titik rawan.
“Kita memastikan juga karena di MotoGP ini jangan sampai ada karhutla. Sekarang musim kemarau, kita pastikan tidak ada karhutla yang bisa mengganggu pelaksanaan race MotoGP ini,” pungkasnya.
Seluruh kekuatan gabungan ini akan resmi dikerahkan melalui apel gelar pasukan yang dijadwalkan pada 5 Oktober 2026, sebagai tanda dimulainya Operasi Mandalika Rinjani 2026 secara serentak di wilayah hukum Polda NTB.












